Tampilkan postingan dengan label ibu profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu profesional. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2020

Project : Penyambutan perpulangan Abang Ziyad

Mini project pekan ini saya memilih  'Persiapan untuk menyambut perpulangan Ziyad'

Tim : Papa, Zaki, Azzam dan Zayyan

Perpulangan Ziyad kali ini memang istimewa, karena keadaan sedang prihatin terkait covid -19.
 Jadi kami merasa perlu melakukan peraiapan khusus terkait perpulangan Ziyad.

Kegiatan :
H-3 
Mempersiapkan kamar untuk isolasi selama 14 hari, mengganti sprei, sarung bantal dan guling (zaki, azzam

H-2
Membereskan loker ziyad dan lemari baju, mengosongkan bbrp untuk barang yang dibawa ( zaki azzam)
Malam : meeteng bersama pengarahan kepada anak-anak  terkait apa yang boleh dan tidak bolrh selama sosial diatancing di rumah.( all family member)

H-1
Menyiapkan tahap akhir, 
Surprise kecil untuk abang (mama)
Menyemprot ruangan ( papa)


Alhamdulillah terlaksana dengan baik, berkat kerjasama tim

#miniproject
#kampungkomunitas
#ibuprofesional


Minggu, 25 Februari 2018

Aliran rasa bunda sayang : aku yang dulu dan kini

 10 hari tantangan sesi keluarga multimedia sudah lewat, terasa sekali bagaimana teknologi sangat memudahkan kita diberbagai aspek kehidupan, pun bagi saya seorang ibu, istri dan juga wanita yang ingin senantiasa belajar lebih baik dari hari ke hari.

Kembali kepada bagaimana sejatinya teknologi bagi hidup kita, semakin kita bijak menggunakannya, semakin banyak manfaatnya, tetapi jika tak bijak kadang kemudahan itu bisa melenakan juga. Beberapa aplikasi yang saya gunakan, cukup membantu saya mendampingi cara belajar anak-anak, seperti duolinggo, worksheet, g-compris, dan readingeggs. Sedangkan untuk membantu menejemen keluarga, saya menggunakan beberapa aplikasi, pun untuk meningkatkan kualitas diri.

Tentang meningkatkan kualitas diri, Setahun perkuliahan bunda sayang, saya ditempa untuk lebih percaya diri, memberikan usaha terbaik dan  konsisten di setiap tantangan, mengaplikasikan ilmu sedikit demi sedikit, berusaha lebih baik dari hari ke hari. Saya merasakan perubahan, begitu juga keluarga. Sungguh hal yang membahagiakan saat saya berdialog dengan anak-anak dan suami, tentang saya yang dulu dan sekarang, mereka menilai saya berubah lebih baik. Aah..meski deg-degan menunggu pengumuman kelulusan, sejatinya bukan itu yang menjadi tujuan utama kuliah bunda sayang buat saya, tetapi bagaimana setiap tantangan menjadikan saya lebih baik dari hari ke hari, keluarga lah yang utama, sebagai penentu berhasil tidaknya menuntut ilmu.

Terimakasih saya untuk para fasilitator yang setia memandu, mendampingi bahkan tak jarang menjadi teman curhat saat saya bingung dan galau juga hilang semangat saat mengerjakan tantangan, kepada teman-teman sekelas yang kebersamaannya dalam grup WhatsApp sangat hangat dan saling mendukung, sungguh saya akan merindukan kebersamaan ini lagi, terutama terimakasih kepada seluruh tim perkuliahan bunda sayang Ibu Profesional yang tanpa mereka saya tak akan mendapat ilmu yang subhanallah sangat berguna ini. Semoga dicatat sebagai amal jariyah oleh Allah SWT. Aamiin

#aliranrasa
#bundasayang
#IIP

Sabtu, 09 September 2017

Aliran rasa tantangan bintang keluarga

Anak - anak bagi saya adalah tantangan sekaligus amanah.
Setiap hari nya, saya selalu dikejutkan dengan hal- hal baru, yang mereka dapat di lingkungan, sekolah maupun penemuan mereka sendiri. Adakalanya saat mendapat hal baru, tugas saya menyaring berbagai informasi yang mereka dapat sekira sesuai dengan pemahaman mereka. Pun demikian saat kita hendak mentransfer ilmu untuk mereka, haruslah pandai membuat narasi dan perumpamaan yang mereka fahami.

Dari beberapa hari tantangan, ternyata saya belum bisa mengerucutkan kemana dan dimana kekuatan mereka masing - masing, selama ini mereka hanya terpantau tumbuh dan berkembang sesuai milestonenya, saya abai menuliskan hal-hal kecil namun penting tentang mereka. Sebutlah itu portofolio.

Tapi itu tak menyurutkan semangat saya membersamai mereka, empat anak lelaki yang harus saya persiapkan menghadapi perubahan zaman, sebagai dasar pondasi, kami mengukuhkan sisi spiritualitas dalam keseharian, selanjutnya adalah Budi pekerti atau akhlak, membina mereka dalam tatanan norma, baru kemudian kami beranjak pada sisi kecerdasan, mengasah akal dan fikiran mereka, menemukan passion dan bakatnya.

Empat anak dengan sifat dan karakter berbeda, tak mudah menemukan sisi uniknya, seringkali keseragaman menjadi acuan dalam mempermudah prosesnya, padahal tidak bisa kita samaratakan mereka, Butuh panduan, observasi dan pengamatan yang kontinyu Menggali sisi unik mereka,  menguatkan kelebihannya dan tak menjadikan kekurangan nya menjadi masalah utama, bisa jadi saat ini mereka sangat condong pada satu hal, namun seiring waktu akan terbentuk ketertarikan pada yang lain. Untuk itu saya sebagai orang tua WAJIB menimba ilmu, mengosongkan gelas kembali, belajar tentang bagaimana menemukan keunikan mereka, dan dari semua itu sabar adalah kunci utama yang masih saya usahakan terus menerus.

#gamelevel7
#IIP
#kuliahbunsayiip
#bintangkeluarga

Senin, 28 Agustus 2017

Mereview 9 hari kebelakang

28 Agustus 2017

Senin kami selalu ada cerita, pun malam ini. Meski kami belum bisa melanjutkan proyek kemarin, biarlah kami lanjutkan di akhir pekan. Malam ini fokus pada lembaran-lembaran kertas dari sekolah, musim ulangan tiba buat Zaki dan Ziyad.

Abang secara mandiri belajar, karena dia tipe visual baginya lebih mudah belajar sendiri, membaca bahan ulangan dan saya hanya giliran mereview hasil belajarnya. Lain lagi dengan Zaki, karena dia tipe pendengar atau auditori kinestetik, maka cara paling mudah merangsangnya belajar adalah dengan tanya jawab sambil memainkan mainan, Zaki memang terlihat tak begitu tertarik untuk belajar, mengulang materi per tema di sekolahnya. Jadilah saya bercerita membangun etos belajarnya.

Dari sepuluh hari tantangan, tujuan saya mengamati fitrah belajar anak anak, melihat dimana yang paling dominan untuk menemukan fitrah bakatnya, untuk sementara memang belum banyak terlihat kecenderungan  tiap tiap anak dimana, untuk si sulung Abang Ziyad yang berusia 10 tahun, saya kembali mengenalkan segala hal, mengulang hal - hal yang terlewat. Berlaku untuk Zaki dan Azzam, saya lebih banyak mengeksplore kemauan dan kesenangan mereka, sambil diamati kecenderungannya. Karena tiap anak membawa ciri khas masing-masing, maka cara membersamainya juga terkadang berbeda.
Menjadi catatan utama bagi saya adalah tetap rileks dan tidak menetapkan standar yang tinggi untuk tiap kemajuan mereka, menghargai proses belajarnya dan berusaha tetap sabar dan optimis.

#day10
#level7
#kuliahbunsayiip
#bintangkeluarga

Minggu, 27 Agustus 2017

Barang bekas dengan kreasi cat dan decoupage (proyek dadakan akhir pekan)

27 Agustus 2017

Sejak ramai Decoupage saya sudah latah ikut trend,  peralatan decoupage sudah dibeli, tapi prakteknya sama sekali belum pernah, beberapa kali proyek bebikinan selalu gagal karena timing yang tidak tepat, baby Zayyan terbangun lah atau tetiba harus melakukan sesuatu.

Hari ini, tumben Ade Zayyan tidur siang agak lama, akhirnya menggelar decoupage kit di Selasar belakang, saat bersiap-siap, Zaki, Azzam dan Abang datang dan langsung ambil bagian. Hmm..jadilah ini proyek bersama kami. Mengingat Zaki suka mewarnai dan Abang menggambar, jadi marilah kita berkreasi hari ini. Saya hanya bertindak sebagai pengarah sekaligus pemberi contoh, mengenalkan sekilas teknik decoupage pada anak-anak, dan cara mengecat pada kaca dan kayu.

Abang sebagai leader yang menentukan bagian mana yang diwarnai dan memilih warna cat nya, sedangkan Zaki dan azzam sebagai pelaksana atau tukang cat, Azzam membantu tim sekedarnya. Media yang mereka gunakan adalah mason jar atau botol kaca bekas selai yang saya kumpulkan sejak lama, botol kaca sirup, sendok plastik burjo, dan terakhir adalah besek bambu bekas Gudeg.

Alhamdulillah berjalan seru dan asik, semua menikmati proses mewarnai dan menempel, sebetulnya projek ini masih berlanjut dengan membentuk bunga dan vas. Tetapi Adzan ashar mengakhiri projek kami hari itu, yang sudah selesai hanya 2 botol selai dan 2 besek serta tutup selai inisial.insyaAllah bila besok waktunya memungkinkan akan kami lanjutkan project craft kami.
Oh iya, saking asyiknya, tangan belepotan cat, saya tak sempat mengabadikan foto, hanya hasil karya yang belum selesai ini sempat difoto malam, karena pasukan sudah tidur lelap selepas isya.




#day9
#level7
#kuliahbunsayiip
#bintangkeluarga

Sabtu, 26 Agustus 2017

Belajar Berenang

26 Agustus 2017

Agenda hari ini anak anak berenang sama papahnya, jadi saya menghandle si kecil saja di rumah. Jadi yang mengamati dan membersamai trio ZiZA kali ini bapaknya hehe. Sepagian anak -anak sudah ribut bersiap mulai baju ganti, pelampung dan perlengkapan berenang sudah disiapkan. Hanya saja papahnya masih belum bersiap.

Sambil menemani mereka bersiap, saya sounding tentang keadaan kolam renang dan persiapan yang harus dilakukan sebelum berenang, anak anak paling suka diajak berenang, jadi terkadang begitu sampai lokasi lupa apa yang harus dilakukan lebih dulu, asal nyemplung aja. Hingga suatu ketika pernah si sulung kram kakinya karena kaku dan dingin air kolam.

Mereka pun berangkat, hampir tengah hari mereka pulang dan karena lelah juga udara panas, Azzam dan Zaki langsung tertidur begitu sampai, kata suami memang sejak dijalan sudah ngantuk. Berenanh kali ini suami memang betul betul mengajari cara berenang yang benar, Saat di kolam renang yang paling mudah mengikuti instruksi memang Azzam, sedang Zaki cenderung main air, tidak terlalu fokus belajar berenang. Azzam lebih mudah diarahkan, cepat faham dan mau mencoba. Hanya saja Azzam lebih cepat kedinginan. Semoga seiring waktu dan latihan teratur Azzam segera bisa.

#day8
#level7
#kuliahbunsayiip
#bintangkeluarga

Kamis, 24 Agustus 2017

Dari hati ke hati

24 Agustus 2017

Sore ini dihebohkan dengan musibah kebakaran menjelang magrib di sekitar tempat tinggal kami, berjarak sekitar satu kilo meter dari rumah. Asap hitam pekat membumbung tinggi terlihat pertama kali oleh Zaki. Dia teriak mengagetkan kami semua. 'innalillahi, kebakaran !'
Kami pun berhamburan keluar rumah menyaksikan asap hitam.

Tak berapa lama, suara raungan sirine dan kendaraan semakin banyak melewati rumah kami, bertepatan dengan adzan magrib berkumandang. Zaki dan Azzam adalah pengagum BPK, melihat seliweran pasukan BPK langsung berinisiatif menonton dari dekat kerja mereka. Untunglah papanya sigap membawa mereka menggunakan sepeda motor, menuju mesjid, meski tetap melewati kerumunan BPK dan damkar.5

Ba'da magrib, mengalirkan cerita keduanya tentang para pasukan pemadam kebakaran yang beraksi memadamkan api. Sungguh senang dia bisa menyaksikan langsung momen menegangkan sekaligus menyenangkan buat mereka. Buat mereka itu sangat keren, meski belum tentu pandangan itu kami punya.

Sambil mengobrol santai dan mengisi buku penghubung anak-anak, saya bertanya tentang kegiatan tahfidz hari ini, Alhamdulillah Abang menemukan kembali ritmenya, dia memilih bertahan hingga khataman. InsyaAllah. Sedangkan Azzam bercerita tentang cita-citanya jadi polisi, hari ini dia kebagian menjadi seorang polisi saat bermain peran di sekolah. Adzan isya menjadi penanda waktu sesi ngobrol selesai, saya tutup dengan memberikan doa kepada mereka untuk sungguh-sungguh menekuni yang mereka inginkan, saat memilih menyukai sesuatu, maka dalamilah, bersenang senanglah, dan cari manfaatnya.

#day7
#level7
#kuliahbunsayiip
#bintangkeluarga

Ekskul Zaki

23 Agustus 2017

Zaki pulang membawa surat pemberitahuan dari sekolah tentang pemilihan ekstra kulikuler. Dan Zaki dengan pede nya memilih mewarnai, padahal saya tau dia tak terlalu tekun berlama-lama mengerjakan sesuatu, tapi biarlah asal dia senang. Sekarang bagi saya memperkaya pengetahuan dan pengalaman.

Jadilah dia nagih belikan semua peralatan, mulai dari kertas gambar dan pensil warna. Dan Alhamdulillah si papa berkenan menghadiahi semua itu saking senangnya Zaki mau memilih kegiatan favorit.


#day6
#level7
#kuliahbunsayiip
#bintangkeluarga

Selasa, 22 Agustus 2017

Saatnya meninggikan gunung, bukan meratakan lembah

22 Agustus 2017

Hari ini dapat wa mengejutkan dari ustadz tahfidznya Abang Zy. Ternyata dua hari ini Abang ngga masuk kelas. Fiuuuhh..memang kemarin sepulang sekolah Abang mengeluh capek ikut tahfidz dan minta ijin berhenti, namun saya tanggapi bahwa kita akan membicarakannya malam ini. Ternyata dia udah ga masuk kelas.

Jadilah, malam ini kita ngobrol santai tentang kelas tahfidz abang, ternyata yang membuat dia capek adalah jumlah hapalan yang banyak dan bila salah maka akan di hukum berdiri, baginya itu cukup memberatkan. ditambah beberapa temannya memutuskan berhenti ikut kelas, obrolan belum mencapai sepakat karena fisik Abang drop karena kehujanan pas dijemput tadi sore, akhirnya masih belum jelas.

Mungkin besok pagi bila keadaan membaik, sementara Abang tetap ikut tahfidz sambil mempertimbangkan mudharat dan manfaatnya.

Saya dan suami agak berbeda pandangan, tahfidz memang berat dan harus disiplin, jadi wajar penerapannya terkesan tegas kata suami, sedangkan saya menilai dari psikologis anak, Abang itu tipe visual, memang mudah menghapal, tetapi saat fisik cape dan beban tertekan, ia kan sulit menghapal, dan bagi saya prestasinya bukan karena hapalannya yang banyak, tapi lebih pada aplikasi nilai nilai Al Qur'an yang ditumbuhkan pada dirinya.

Kembali kepada si Abang yang menjalani, usianya 10 tahun. Tapi belum terlihat Kemana kecenderungan minat dan bakatnya, jadi bagi saya ini seperti mengulang, mengenalkan sebanyak banyaknya pengalaman padanya, menumbuhkan fitrah belajarnya, jadi saat Abang jenuh belajar di satu hal, biarlah dia memilih kegiatan lain yang memang diminatinya.
Jika Bu Septi bilang, meninggikan gunung, bukan meratakan lembah. Mungkin saatnya bagi saya lebih intens membersamainya menemukan fitrah bakatnya.

#day5
#level7
#tantangam10hari
#kuliahbunsayiip
#bintangkeluarga

Senin, 21 Agustus 2017

Bermain dan belajar

21 Januari 2017

Sepulang sekolah, Azzam menagih janji tadi pagi untuk Bermain abaca
Abaca adalah salah satu alat permainan yang mengajarkan membaca melalui flashcard, paginya saya baca sekilas dan mencoba mempraktekkan step by step pada Azzam, ternyata Azzam memang siap belajar membaca. Terimakasih mba erie yang sudah memberi hadiah tool ini, semoga Allah membalas kebaikan dirimu, aamiin.

Setelah main abaca, satu box huruf terlewati dengan suasana menyenangkan, nampaknya az am juga menikmati dan menagih bermain lebih lanjut, namun saya urungkan karena memang permainan ini berbatas melihat kesiapan anak.
Berbeda dengan kemarin malam, Azzam tertarik mengeja huruf di buku abangnya Zaki, tetapi saat saya suruh mengeja, malah menangis dan marah-marah.seperti ada beban 'harus bisa' padahal yang dibaca sebetulnya dia mampu, hanya dia merasa terpaksa.

Sesiangan, Azzam sibuk melipat lipat kertas menjadi perahu, dan bertanya ini itu tentang perahu, akhirnya saya ajak main kebelakang, memfasilitasi dengan bak kecil dan air, bercerita tentang pembuatan kapal, fungsi dan beberapa jenisnya, bermain di galangan kapal dan mengenal beberapa bagian kapal dari perahu kertas bikinannya.

Sedangkan adiknya, Zayyan sedang asik main yang sifatnya mengembangkan motorik kasar dan halusnya, melempar sepatu dari rak sepatu, menghamburkan susunan buku dari rak buku. Sedangkan motorik halusnya, dia senang menjimpiti remahan makanan, menghamburkan dan dipungut bagian bagian terkecil biskuitnya. Tadi dia berusaha mengambil toples berisi rengginang, lalu remahannya dia tebar di karpet dan satu satu dihimpit dengan ibu jari dan telunjuk. Kelihatan senang saat berhasil mengambil bagian kecil.


#day4
#level7
#kuliahbunsayiip
#bintangkeluarga

Minggu, 20 Agustus 2017

Bermain outdoor, mainkan semua peranmu !

20 Agustus 2017

Sambil menunggu kepulangan papanya, anak-anak main di halaman, meski panas terik tak menyurutkan niat mereka bermain, Alhamdulillah punya halaman lumayan luas tempat bebas anak menyalurkan kegiatan fisiknya, kumpul dengan kawan kawannya, main petak umpet, layangan sampai main kelereng.

Sambil mengasuh balita Zayyan yang udah tau bahwa main diluar lebih asik dari main dalam rumah. Jadilah hari ini tema nya outdoor. Memperhatikan mereka main, lari kesana kemari, kucing kucingan. Ganti main kelereng, selesai itu mencoba menaikkan layang layang meski tak berhasil, ha-ha-ha..akhirnya memilih main masak -masakan dengan Daun dan rumput yang ada. Bahkan ada yang main jual jualan pasir dan batu kerikil, Meski berpeluh dan nafas terengah-engah, mereka tetap senang. Dunia mereka yang punya, bermain.

Saya berinisiatif membuatkan es sirup, subhanallah..Azzam senangnya sampai memeluk, makasih Mama sudah bikinkan minum. Hehe. .nyess..rasanya lebih sejuk dari rasa es sirup itu.mereka berlima minum dengan semangat. Berhenti sejenak dari keasikannya.

Mereka anak-anak lelaki yang mang punya banyak tenaga untuk disalurkan, kegiatan outdoor inilah yang membuat matanya berkilat semangat, tak apalah badan sedikit menghitam terbakar matahari, pelum bercucuran dan baju berdebu, asal kau nikmati duniamu, temukan bahagiamu dan ambilah pengetahuan daripadanya.

NOTE : catatan buat saya mencari kegiatan outdoor yang asik bisa dimainkan rame rame, di halaman

#day3
#level7
#kuliahbunsayiip
#bintang keluarga

Sahabat kecil

19 Agustus 2017

Akhir pekan ini, suami berencana touring bersama clubnya, tujuan pantai Batakan. Jadi mulai pagi, sudah sounding ke saya dan anak anak bahwa beliau akan menginap semalam dan kembali esok siang, artinya segala sesuatu dirumah berada di bawah tanggung jawab saya (Mama), anak anak sih oke semua, cuma Azzam yang masih merengek minta diajak.

Ini bukan kali pertama suami touring atau mengadakan perjalanan, tapi terhitung sangat jarang kami berpisah lama, meski cuma sehari semalam saya kadang tetap merasa timpang. Nah..saat seperti ini biasanya Abang Ziyad lah yang jadi partner pengganti, dia aigap mengambil tanggung jawab, apa yang perlu dibantu dan apa yang bisa dia kerjakan. Semakin usia bertambah, sepertinya dia semakin paham tugas saya sebagai ibu. Tapi beriringan dengan itu dia juga jadi anak yang kritis menyampaikan suatu hal, terkadang caranya menyampaikan pendapat terkesan sok sok an.

Jadilah Abang kapten of the week, saat papa touring. Menggiring adik adiknya saat senja menjelang, bersiap ke mesjid dan membersamai mereka. Tak jarang pertikaian muncul saat Abang mendominasi dan mengatur adik tentang banyak hal. Jadi sayalah yang ambil alih menyelesaikan.

Kadang, saat punya waktu berdua dengannya, saya banyak mencurahkan isi hati tentang harapan-harapan saya padanya, diapun lebih terbuka menyampaikan perasaannya.
Terimakasih ya bang, sudah jadi sahabat dan teman sepenanggungan
Dia istimewa, karena darinya saya belajar jadi ibu.

#day2
#level7
#kuliahbunsayiip
#bintangkeluarga

Sabtu, 15 Juli 2017

Mulailah lebih dulu, mereka akan melihat dan mengikuti

Mengawali tantangan game level 5 dengan semangat, mengamati ketertarikan anak anak pada buku dan kegiatan membaca. Dalam sepuluh hari tantangan, ternyata sungguh tak mudah mengenalkan sekaligus mengajari anak membaca, butuh lebih dari sepuluh hari saya rasa. Namun ternyata yang paling penting justru adalah diri saya pribadi, tantangannya adalah konsistensi.
Maka teruslah saya bercerita dalam berbagai rupa kata, menuliskan catatan kecil dan mengumpulkannya, terkadang menghabiskan satu buku bacaan sebagai kegiatan membunuh sepi tatkala mereka asik bermain.
Memulai kebiasaan membaca dimulai dari diri sendiri, berharap mereka akan ''melihat' ibunya dan lambat lain mengikuti

#gamelevel5
#bundasayang
#iip
#kuliahbunsayiip

Sabtu, 24 Juni 2017

Belajar rukun islam

Ramadhan telah berakhir,
Alhamdulillah kita sudah melaksanakan kewajiban rukun islam yang ketiga. Banyak hal yang kami sebagai orang tua sampaikan kepada anak -anak, berkaitan dengan buku yang sedang saya bacakan pada mereka, tentang rukun Islam.

Selepas magrib, papahnya mengajak anak-anak menyetorkan zakat fitrah di mesjid, kebetulan badan Amil Zakat di mesjid memang terbuka, para mustahil sudah berkumpul sejak sebelum magrib. Rencananya zakat fitrah dibagikan selepas isya.

Kali ini mereka melihat secara riil bagaimana menyerahkan zakat berupa uang, berakad sekaligus menyaksikan pembagiannya. Sesampainya dirumah, anak anak banyak bertanya tentang Zakat, kenapa harus dibayar, dan kenapa banyak sekali orang yang berhak menerima zakat. Pelan pelan kami jelaskan tentang kewajiban sebagai orang islam,menunaikan rukun Islam yang ke empat, kemudian aturan dalam Islam tentang tolong menolong dan mencintai saudara sesama muslim. Jadi zakat yang kami keluarkan tak hanya perwujudan sebagai pembersih harta, tetapi juga sebagai bentuk tanda kepedulian kami kepada saudara seiman. Mudah mudahan penjelasan sederhana ini memuaskan KL eingintahuan mereka.

Terakhir kami, mengikuti sayup sayup takbir yang dikumandangkan di mesjid.
Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar walillaahil hamd..

#day10
#tantangan10hari
#gamelevel5
#kuliahbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst

Jumat, 23 Juni 2017

Taraweh terakhir dan cerita malam ini

23 Juni 2017

Malam ini terawih terakhir kita di bulan Ramadhan, sengaja saya mengingatkan anak anak betapa sayangnya jika kita lewatkan Ramadhan terakhir ini tanpa bertarawih. Karena belum tentu Allah SWT memberikan kesempatan yang sama di tahun depan.mereka sih menyimak apa yang saya sampaikan. Sesekali komentar  bahwa mereka belum kena kewajiban shalat. Terawih

 Karena Zayyan sudah tidur, giliran mereka diantar tidur, akhirnya saya membacakan cerita Pendek seputar berpuasa dan Ramadhan di 10 hari terakhir, memeriksa buku Ramadhan masing masing, mengajak mereka merenung sejenak apa yang sudah mereka dapatkan selama ramadhan, tak terasa sedih hati mengingat betapa waktu berlalu begitu cepat, sedang kita masih belum optimal beribadah.
Pohon literasi yang kami buat juga tak banyak rindang daunnya, tapi biarlah tetap disana,  semoga kami bisa terus memupuk kebiasaan  membaca buku, bercerita dan berdiskusi

#day9
#tantangan10hari
#gamelevel5
#kuliahbunsayIip
#fotthingstochangeimustchangefirst

Rabu, 21 Juni 2017

Me : Mengejar target ramadhan

21 Juni 2017

Alhamdulillah, ramadhan di penghujung bulan, teringat kembali catatan pribadi tentang Ramadhan tahun ini, Azzam apa yang ingin dituntaskan. Salah satu azzam saya Ramadhan ini adalah mengkhatamkan Al-Quran, karena jujur, entah kapan saya terakhir mengkhatamkannya, jadi dengan tekad dan Azzam kuat saya berusaha memenuhi target ini.

Bila dulu saya mengkhatamkan Al-Quran dengan ikut grup ODOJ, kali ini saya ingin menyelesaikan misi ini sendiri. menakar kemampuan diri agar tak meleset dari target. Maka, beberapa buku yang sempat dibaca, saya kesampingkan untuk beberapa hari ke depan, demi fokus mengkhatamkan Al-Quran, kitab suci ku yang mulia.
Bismillah, semoga terkejar.

Bukan tanpa maksud sengaja mengejar target, tapi hal ini lebih dilandasi pada memberikan contoh dan teladan kepada anak-anak tentang suatu tujuan, bahwa ada yang namanya tujuan akhir, proses perjalanan, dan akhirnya adalah hasil kerja keras. Sebagaimana saya yang harus disiplin mengalokasikan waktu khusus mengaji di sela sela kesibukan peran di rumah.

Tilawah si sulung juga mengalami kemajuan signifikan, semoga ghirahnya menebar ke adik adiknya, meski mereka lebih banyak merajuk daripada belajar membaca Al Qur'an, tak apalah yang penting mereka merasakan atmosfer positif, bahwa dirumahnya selalu terdengar ayat ayat suci Alquran yang akan mereka contoh kedepan.

#day8
#tantangan 10hari
#gamelevel5
#kuliahbunsayiip
#Forthingstochangeimustchangefirst

Selasa, 20 Juni 2017

Zaki : membaca sambil menulis

20 Juni 2017

Salah satu tujuan ikut challenge ini adalah membiasakan Zaki belajar membaca, meski target membaca masih belum tercapai, minimal anak anak terkondisikan membaca dan mendengarkan bacaan yang saya keraskan.

Mengamati Zaki belajar membaca, sepertinya memang dia belum tertarik membaca, meski dibujuk atau diomongin imingi pun di tetap tak mau, namun belakangan ini, dia sibuk menanyakan game yang mau didownload di Hp nya. Karena tidak ada fasilitas 'speak' maka otomatis mesin pencari Harun memakai tulisan. Dia pun berinisiatif untuk meminta saya mendiktekan ejaan dari game yang dicari nya.

Eh kok saya jadi Nemu ide, mungkin ini bisa jadi peluang dia belajar membaca dengan menulis. Meski masih mood mood an, saya coba terapkan, saat dia main HP, atau sedang asik pegang buku tulis, saya minta dia tuliskan beberapa kata yang mudah, memang agak lambat, tapi inilah mungkin prosesnya.
Pada dasarnya Zaki sudah menguasai ejaan, hanya saja dia malas melafalkan. Semoga dengan cara ini bisa lebih memotivasi dia untuk belajar membaca.

note : hari Selasa itu saya kepada, dengan list belanjaan yang ditulis Zaki hehe

#day7
#tantangan10hari
#gamelevel5
#kuliahbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst

Jumat, 16 Juni 2017

Cerita, yang dirindukan

Konsistensi itu perlu untuk menjalankannya suatu kebiasaan yang baik, demikian pula dengan kebiasaan membaca. Akan tetapi bila suatu ketika kita terpaksa keluar dari jalur, ya tidak apa-apa juga, dengan catatan segera kembalikan kondisi keawal sesegera mungkin.

Demikian dengan. Kami beberapa hati ini, kegiatan story telling dan membaca yang sedianya selalu berlangsung ba'da magrib atau menjelang tidur, harus mengalami pergeseran waktu tak tentu, karena beberapa agenda, misalanya saat harus berkunjung ke tempat lain, atau saat dikunjungi tamu. Sempat juga dikomplain anak-anak, kenapa bercerita jadi sebelum magrib? Kenapa hati ini ga bacain buku, atau malah mereka cuek dan kembali menekuni gadget-nya. Ah tantangannya itu disini.

Perubahan ini yang tak kita bicarakan, dan berjalan seperlunya, mungkin juga itu yang mereka keluhkan, tapi disisi lain saya cukup senang, meski jadi pendengar, mereka meresapi kehadiran dan cerita yang saya bawakan, artinya lima hari kemarin kan ga sia-sia hehe..

Tadi malam, dimulai kembali sesi bercerita masih dengan Muhammad teladanku jilid 6, bahasan ini lebih banyak menceritakan akhlak Nabi kepada keluarga, sahabat, musuh dan bahkan binatang, topiknya jadi sudah mereka hapal karena saya membacakan sesi balita untuk Zayyan dengan topik yang sama, akhirnya malah jadi tebak tebakan sama mereka.
Melihat pohon literasi kami masih sepi dengan daun, karena kami masih lambat menyelesaikan per buku, tak apalah..biarkan pohonnya tetap disana, meski tantangan telah berakhir, insyaAllah kegiatan ini kita lanjutkan.

Notes: rak buku kami tak pernah rapi, menjadi spot favorit Zayyan yang lagi suka buku buku termasuk berantakan dari rak ha-ha-ha..


16 Juni 2017

#day6
#tantangan10hari
#gamelevel5
#KuliahBunsayIip
#forthingstochangeimustchangefirst

Rabu, 14 Juni 2017

laa tahzaan

14 Juni 2017

Akhirnya memfokuskan diri membaca minimal setengah jam, saya ambil waktu saat si kecil Zayyan tertidur.. lumayan..meski cuma Dapet  satu bab atau hanya beberapa lembar, setidaknya saya belajar disiplin menyisihkan waktu membaca.

Karena diri ini sedang galau, dengan kefakiran ilmu keorangtuaan, jadilah pilihan pertama proyek membaca ala saya tentang motivasi menjadi orang tua, pilihan 'laa tahzan for parents' yang ditulis oleh K.H.Dindin Solahuddin.
Bahasannya ringan, saya yang berada dalam perasaan bersalah, karena kurang bisaembagi waktu yang pas antara keempat anak,sedikit terhibur dan bersabar dengan prosesnya.
Sedangkan, anak -anak masih membaca buku sekitar kisah Nabi Muhammad.
Ada yang menarik dua hari ini, Zaki memang InsyaAllah tahun ini masuk SD. Karena itu dia kerap kali bertanya tentang keraguannya, bisakah ia masuk SD padahal dia belum lancar membaca. Sayapun membesarkan hati nya, bahwa yang penting dia terus berlatih agar dia diberikan Allah kemampuan membaca.

#day5
#gamelevel5
#tantangan10hari
#kuliahBunsayIip
#forthingstochangeimustchangefirst

Senin, 12 Juni 2017

for things to change i must change firts

12 Juni 2017

Tantangan sampai di hari ke empat, dan saya baru menyadari bahwa tiga hari kebelakang bukan tentang bagaimana kebiasaan membaca ini harus dimulai. Saya jadi bertanya ke diri pribadi 'lalu saya bacanya kapan?' bukankah for things to change i must change first. Jika saya ingin menanamkan kebiasaan membaca kepada anak-anak, tentulah saya yang harus terbiasa membaca lebih dulu. Sedangkan belakangan ini aktivitas membaca boleh dibilang kurang sekali, bacaan yang sifatnya menambah ilmu maupun hiburan maksudnya, semua itu berganti dengan aktivitas membacakan buku atau mendongeng untuk anak-anak. Kok saya jadi tiba tiba menghitung, berapa banyak buku yang belum tamat saya baca.

Saya suka membaca karena atmosfer kelurga saya selalu seputar buku dan pena, bapa dan Mama seorang guru, jadi yaa..buku itulah mainan saya. Sekarang ketika saya berkeluarga, atmosfer itu sulit tercipta, dimana era digital semakin menggeser semua lini kehidupan, banyak faktor juga selain itu, maka saat kini saya mencoba merubah setting keluarga yang cinta membaca, sayalah yang pertama harus berubah.

Oke, sedikit membuat catatan bagi saya pribadi, untuk menyisihkan sekurangnya setengah jam dalam sehari untuk membaca dan membuat catatan kecil. Selalu membaca di ruang terbuka yang anak anak bebas melihat, kalo perlu menenteng notes dan bolpoint sebagai tanda saya sedang serius 'belajar'.

Jangan lagi alasan sibuk ngurus anak, rumah dan semua pekerjaan ini membebani, kita hanya perlu konsisten untuk menswitch setiap kegiatan, dan relakan pekerjaan selesai apa adanya, meski memang butuh kelapangan hati untuk menerimanya.Bismillah

#day4
#gamelevel5
#tantangan10hari
#kuliahBunsayIip
#forthingstochangeimustchangefirst