Rabu, 22 November 2017

Kreatifitas dalam rumah tangga

22 November 2017

Tak pernah menyangka, bahwa kreatifitas itu begitu luas maknanya, tak semata diartikan sebagai membuat sesuatu dari barang bekas, atau menghasilkan sesuatu yang unik dan berbeda. Kenyataannya kreatifitas diawali oleh sebuah pemikiran yang matang, proses kreatif melibatkan banyak faktor disekitar kita, cara pandang dan sikap kita akan suatu hal.
Beberapa hari ini saya diajarkan bagaimana melihat sekitar dari berbagai sudut pandang, melihat dengan cara yang berbeda, saya belajar lagi cara berpikir kreatif, menuliskan pemikiran dalam bentuk peta- peta, menggali lebih dalam potensi yang ada disekitar yang masih bisa saya manfaatkan.

Menjadi seorang ibu dan istri rasanya wajib hukumnya berkreatifitas, selain karena perempuan diciptakan sebagai makhluk multitasking, tetapi juga memang kewajiban dan tuntutan peran agar kita lihai dan cermat melihat dan memanfaatkan kesempatan dalam mengelola rumah tangga. Kreatifitas adalah salah satu sarana yang bisa menjawab tantangan dalam hiruk pikuk rumah tangga.

Menjalani prosesnya sama halnya dengan melakukan pengamatan di laboratorium kecil pemikiran, ketika prosesnya ternyata tak sejalan dengan peta yang saya gambarkan,akan saya segera beralih ke berbagai kemungkinan yang lain, disinilah dituntut untuk terus menggali ide, memperbanyak sudut pandang, memperluas segala kemungkinan sebagai bagian dari solusi. Disitulah tantangannya.

Saya juga  mengenalkan mind mapping ke anak anak sebagai cara yang asik untuk mengenal sesuatu, memahaminya dan  sekaligus mudah mengingatnya, pada level ini, mind map sangat membantu belajar si visual.

Dalam sepuluh hari tantangan, ada beberapa projek yang pada proses akhirnya tak sesuai, misalnya re grow wortel yang ternyata busuk sebelum ditanam, saya menggantinya dengan menanam umbi herbal seperti kunyit dan lengkuas. Alhamdulillah pada akhirnya mereka tumbuh bertunas.

Kreatifitas itu tak terbatas, maka perlu digali segala potensi, dirangsang dan kemudian dilatih.

#level9
#kuliahbundasayangiip
#thinkcreative
#aliranrasa

Jumat, 17 November 2017

Pekerjaan. yang tertunda

17 November 2017

Entah kenapa, beberapa hari ini untuk menyelesaikan tantangan 10 hari agak terasa berat, beberapa tidak terlaksana, meski begitu semangat menyelesaikan tantangan tetap harus dijaga. Dua hari lalu sebetulnya saya dan anak-anak berniat membuat papan duduk kecil dari kayu bekas, selain untuk duduk, tapi juga bisa difungsikan untuk alas foto saat saya belajar food fotografi. Kaki kaki meja sudah diukur dan digergaji,  tinggal membuat alas tempat duduknya, rencana tinggal rencana, papan alas belum juga dipotong, belum juga dicat, hal ini karena pengerjaannya lambat. Saat siang  cuaca cepat sekali berubah, siang yang terik menuju petang, biasanya setelah ashar pasti hujan, sedangkan waktu untuk main alat pertukangan adalah saat Ade tidur siang. Akhirnya itu papan kayu teronggok di halaman belakang.

Project anak- anak juga agak terlewat, tapi karena hari ini Jum'at, di sekolah Zaki ada jadwal mewarnai, jadilah Zaki memilih menyelesaikan gambar berwarna nya. Melihat hasil gambar dan mewarna Zaki, terpikir membuat dinding pameran untuk memajang hasil karyanya,sebagai bentuk apresiasi dari kesungguhannya. Jadi sepulang sekolah kami belanja spidol warna warni, lem dan karton putih untuk membuat dinding pameran.

Ternyata yang sedianya akan dikerjakan ba'da magrib, ternyata papa mengajak kita semua  makan diluar, dan bisa ditebak, kami tak mengerjakan. Semoga besok hari bisa kita selesaikan

#day10
#tantangan10haei
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative


Selasa, 14 November 2017

Fun learning buat Zaki dan Abang Zy

 14 November 2017

Hampir di penghujung semester, musim ulangan pun tiba. Akhir pekan kemarin Abang adik menyerahkan fotokopi an kisi-kisi bahan ulangan kompetensi dasar.
Keduanya bukan tipe pembelajar yang rajin mengulang pelajaran di rumah,  adakalanya  review pelajaran sekolah dilakukan sambil lalu, terkadang obrolan ringan sehari-hari selalu dikaitkan dengan pelajaran di sekolah, untuk itu saya harus cermat mencatat sampai dimana dan tema apa saja yang dipelajari di sekolah.

Sampai saat ini saya masih terus mencari tahu kecenderungan gaya belajar setiap anak, mulai dari Abang Ziyad, Zaki, Azzam dan Zayyan. Pengamatan awal anak-anak memiliki gaya belajar gabungan visual auditori, maka sebisa mungkin saya mengajak mereka belajar dengan cara yang menyenangkan, melibatkan banyak gambar dan suara.

Minggu ini, diumumkan bahwa di kelas Zaki akan diambil penilaian Bahasa Inggris, kebetulan penilaian untuk aspek berbicara. Zaki belum lama lancar membaca, begitu mendapat pelajaran bahasa Inggris, dia kesulitan membaca, apalagi dalam pengucapan, karena terkadang tidak sesuai dengan tulisan. Untuk membantunya belajar, saya membuat kartu kata-kata untuk setiap tema di kelasnya. Karena yang dinilai adalah berbicara, saya pun mengenalkan Zaki pada percakapan sederhana berbahasa Inggris di rumah. Saya mengesampingkan dulu tulisan, lebih mengasah pendengarannya untuk mendapatkan pengucapan yang betul dalam bahasa Inggris, jadi saya kenalkan bertahap, berbicara kemudian baru membaca tulisan.

Awalnya terasa kaku..kami banyak tertawa, bahkan termenung untuk mengoreksi kata-kata yang benar. Ada kejadian lucu, saat kita ngobrol tentang 'colour', ketika saya meminta Zaki menyebutkan warna seragam yang harus di pakai besok dalam bahasa Inggris, Zaki menjawabnya dalam bahasa Arab, karena sy tak paham bahasa Arab akhirnya malah ketawa-ketawa karena Zaki menjawab Ahmar untuk merah dalam bahasa arab, sedang saya menjawab red dalam bahasa Inggris.😂😂

Sedangkan Abang Ziyad lebih memilih belajar dengan memetakan pikiran, jadi tak terlalu sulit untuk diarahkan , hanya saja dia belum percaya diri mempresentasikan hasil pemikirannya. Untuk ini juga saya masih belum rileks mendampingi Abang, sesekali masih muncul keluhan agar dia fokus, sementara dia ingin segera selesai belajar. Baginya belajar dengan mind mapping mempersingkat waktu belajarnya.


#day9
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Sabtu, 11 November 2017

Bermain bersama sepupu

11 November 2017

Alhamdulillah..akhirnya janji mengajak berenang hari ini terkabul hajat,  anak-anak sudah ribut sejak pagi bersiap berenang, saya hanya mengecek persiapan akhir dan membekali Snack dan minuman. Berangkatlah mereka berenang.

Dirumah jadi sedikit longgar waktunya karena anak-anak sedang berenang, tinggal saya fokus mengajak Zayyan eksplorasi, jika kemarin bermain pasir dan kerikil, hari ini Zayyan ikut bermain di dapur, saat memotong sayuran, ia sibuk juga meremas menyentuh beberapa jenish A sayur, karena hari ini memasak sayur capcay, otomatis sayuran yang saya pergunakan  banyak jenis dan ragamnya, mulai dari wortel, sawi, baby corn, buncis dan lain-lain.
Zayyan termasuk bayi yang suka makan sayur, saat saya mengenalkan 'mentahan' dia cukup antusias meraba dan memperhatikan tiap jenisnya.

Ba'da Dzuhur anak anak pulang berenang, bertepatan dengan datang nya sepupu mereka dari Martapura, biasanya kalau sudah berkumpul akan sangat heboh, pun tadi siang. Setelah makan siang bersama mulailah mereka mencari kegiatan bermain, tapi karena cuaca yang panas, mereka lebih memilih main di dalam rumah, acara TV menjadi tak menarik saat main bersama, mulai dari main skateboard di dalam rumah sampai hotwheel dimainkan.
Akhirnya saya ajak main di belakang rumah yang mulai teduh, alat pertukangan dikeluarkan, barulah ereka sibuk, Zaki menggergaji kayu, Azzam dan faqih memalukan paku, meskipun benda yang mereka inginkan belum jadi, tapi karena udah kecapekan mereka menyerah, ternyata mereka mau membuat bangku kecil ( dingklik) .
 Disini saya kenalkan bahwa pekerjaan tukang kayu itu memang berat, beberapa tahapan harus dilalui ketika membuat sesuatu, mengukur bahan,menggergaji, memotong, menyatukan sampai berbentuk dengan bantuan paku dan palu, hingga akhirnya bisa dipakai, dan dirasa nyaman selain juga terlihat bagus.
Syukurlah mereka menikmati hari ini, jelang magrib saat para sepupu dijemput ortunya, kudengar obrolan mereka
'Besok-besok aku main kesini lagi yah..disini seru'
Senangnya bisa memberikan pelayanan yang baik kepada tamu kecil kami, Zaki pun berujar
'Ma, nanti giliran kita lah yang main ke rumah ayyash'
'insyaallah' sambut saya..


#day8
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreatove


Jumat, 10 November 2017

Happy Gardening

10 November 2017 Setelah sehari kemarin tidak melakukan apa apa alias sibuk memulihkan diri karena sakit perut, alhamdulillah hari ini mulai beraktivitas normal. Menyesuaikan agenda yang tertunda yaitu memindahkan tanaman wortel dan daun bawang ke media tanah.Azzam bersedia membantu, mulai mengambil tanah,menyiapkan kerikil, sampai belajar menanam sendiri. Sengaja kami memilih sore sebelum ashar, saat matahari sudah mulai teduh.
Pengamatan kami, dalam wortel yang tumbuh hanya tahan 5 hari sebelum dipindah ke media tanam tanah. Dilihat dari hasil tanaman kami, wortel hampir layu di hari ke tujuh, sedangkan daun bawang bertahan lebih lama, namun pembiakan dengan cara hidroponik tak sebagus dengan menanam langsung di tanah, cabang dan daunnya terlihat lebih kurus dari daun bawang pada umumnya. Namun saya senang bisa menunjukkan pada anak-anak khusus nya Azzam yang terlibat penuh, bagaimana proses re grow dari dapur, memanfaatkan sisa sayuran dengan ditumbuhkan kembali, membuat mini garden dan terutama belajar bagaimana proses pertumbuhan dari tumbuhan. Hari ini kami menambahkan jenis rempah dapur, yaitu kunyit dan Laos, diharapkan mereka akan bertunas beberapa hari kedepan.Ade Zayyan juga turut terlibat, saya biarkan dia bermain dengan kerikil, pasir dan tanah sebagai bagian dari merangsang saraf taktiknya, setelah beberapa hari lalu bermain douhg warna warni yang lengket, sekarang setingkat lebih baik, saat menyentuh kerikil dan pasir.
Semoga mini garden kami tetap berlanjut,beri kami tanggungjawab untuk terus memelihara dan menjaga tanaman yang kami tanam. Happy gardening.. #day7 #tantangan10hari #level9 #kuliahbunsayiip #thinkcreatif

Rabu, 08 November 2017

Dapur ku hari ini

8 November 2017

Kemarin sore  pohon pisang depan rumah ditebang karena pisangnya sudah menguning, Alhamdulillah ada 6 sisir pisang kepok siap olah, matang pohon pula. Tiga sisis terakhir 3masih mentah, seperti biasanya pisang kepok mentah saya olah jadi keripik pisang. Jadilah hari ini saya berkutat didapur menyelesaikan keripik pisang.

Agenda memindah wortel dan daun bawang kembali tertunda, akhirnya cuma mengganti air media tanamnya,  disela -sela kesibukan di dapur, saya menyelesaikan beberapa kerajinan tangan yang tertunda, Mengecat botol bekas selai untuk digunakan sebagai vas bunga, dan merangkai sendok bekas menjadi buket bunga tulip.
Menjelang sore, teringat janji ke anak-anak bikinin jus mangga,  memanfaatkan mangga gedong kiriman mba Erie (jazakillah mba..anak-anak suka😊), jadilah jus mangga dengan variasi baru, mengikuti tren yang lagi hangat..king MANGO.
Bagi saya, kreatifitas di dapur itu ibarat bermain, meski hasilnya tak selalu bagus namun ada ras puas sudah mencoba, bahkan terkadang menemukan resep baru atau formula baru sebuah tren, seperti sekarang..saya memilih menyajikan mangga sebagai dessert segar dengan campuran krim keju dan remah biskuit. Hmm..bagaimana rasanya, belum dicoba, karena harus didinginkan minimal 5 jam di dalam chiller, besok saya laporkan hasilnya.

#day6
#tqntangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Selasa, 07 November 2017

kreatifitas dalam menejemen waktu

7 November 2017

Proses kreatif apa yang saya lakukan hari ini ? Setiap hari melakukan hal yang itu - itu saja memang membosankan, disini kita butuh sesuatu yang ngga biasa, di IIP masalah 'kebosanan' adalah tantangan, bagaimana kita efektif memanfaatkan waktu dan kesempatan. Suatu ketika saat kunjungan pertama Bu Septi ke Banjarmasin, beliau sharing bahwa di IIP kita ingin menjadi ibu rumah tangga yang tak biasa. Maka kita butuh banyak belajar bagaimana menjadi profesional. Salah satu nya ya materi kreativitas ini.

Dari sekian banyak tugas kerumahtanggaan, saya memilih waktu-waktu tertentu untuk tetap beraktualisasi ,biasanya setengah hingga satu jam setelah anak-anak berangkat sekolah, setelah itu baru menyelesaikan tugas domestik. Karena tugas rumah tangga itu tidak ada habisnya, maka yang perlu dilakukan adalah Membagi waktu dengan disiplin.

Jadi, hari ini saya belajar otodidak memotret menggunakan kamera smartphone, khususnya membidik objek makanan buatan saya,  ternyata keahlian itu butuh waktu yang tidak sedikit, mengatur objek foto dan kelengkapannya. lalu belajar membidik objek.  Setelah kegiatan ini berlanjut ke rutinitas harian.


Biasanya, aktifitas bersama anak-anak ada di saat jam pulang sekolah, dalam keadaan santai dan dibuat menyenangkan. Sebetulnya hari ini kita bermain dengan batu dan tanah, masih dengan tema Re grow, mengumpulkan batu untuk media tanam sayur yang akan kami pindahkan besok.




#day5
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreativesz