Senin, 06 November 2017

Blue print tantangan kreativitas di rumah

6 November  2017


Bagi saya yang ibu rumah tangga, harus pintar-pintar mencuri waktu kapan bisa mengupgrade diri, mencharge kesabaran, memelihara iklim kondusif dalam rumah. Pagi setelah anak-anak berangkat ke sekolah adalah salah satu waktu yang bisa saya manfaatkan sebelum menjalankan kewajiban lain di rumah, setengah jam fokus menuliskan segala aliran rasa, membuat to do list hari itu dan memetakan pemikiran tentang suatu masalah. Nah inilah hasil tadi pagi.
Begitulah salah satu cara saya mengeluarkan pikiran, dari situ kadang saya bisa memilah prioritas mana yang harus saya kedepankan. Meski kadang karena suatu dan lain hal to do list kita tak sejalan dengan peta pikiran, tapi disitulah saya kadang menemukan momen AHA !
Masih ingat beberapa hari lalu gagal membuat Sensory bag untuk Zayyan, pagi ini sembari mengisi portofolionya, saya sekalian. Membuat Sensory bag berisi play south warna warni, ternyata tak butuh waktu lama dan taraa selesai tak sampai 15 menit, sensory bag tema warna selesai, hanya mengambil dari adonan mainan beberapa waktu lalu milik Abang abangnya saat melakukan project DIY.
Terkadang beberapa kegiatan membutuhkan bantuan tim, saya tak segan mengajak anak-anak untuk ikut terlibat, selain sebagai sarana pembelajaran di rumah juga sebagai salah satu cara menjalin kedekatan tiap anggota keluarga. Salah satu yang membuat saya senang adalah tantangan dalam game - game di IIP, yah mereka selain sebagai tim hore juga sebagai laboratorium belajar buat saya.

#day4
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Minggu, 05 November 2017

Membuat Rumah Nyaman dan Menyenangkan

5 November 2017

Setelah kemarin pada tepar karena demam, hari ini keadaan membaik, Alhamdulillah. Dan mulailah ditagih janji untuk berenang, namun sayang rencana itu harus tertunda lagi karena hujan. Alhasil hari ini kita cuma di rumah, dan karena Acil libur, tantangan hari ini adalah bekerja sama membuat rumah nyaman dan menyenangkan.

Konsep rumah nyaman dan menyenangkan diterjemahkan anak-anak sebagai rumah yang tidak berantakan dan selalu tersedia makanan. Oke..kita akan mewujudkannya hari ini. Pagi ini karena bangun terlambat, terpaksa semua pekerjaan kita buat tim, selesai sarapan. Tim  kebersihan langsung bekerja, mulai mengumpulkan baju kotor ke laundry basket, membereskan kamar dan sisa sarapan, tim ini terdiri dari Zaki dan Azzam, Abang Ziyad  bertugas sebagai keeper Ade Zayyan. Tugas akhir kebersihan saya yang handle. Sebetulnya ini berlaku di hari biasa, hanya saja karena ada ART terkadang mereka lebih mengandalkan bantuan ART.

Selanjutnya membuat rumah yang selalu tersedia makanan, karena cuaca juga sangat mendukung, maka gampang sekali lapar. Akhirnya saya 'uprek' di dapur, menggoreng kerupuk, membuat kulit tortilla dan menyediakan buah kupas bila sesekali anak-anak meminta. Jelang sore, saya mengambil jeda istirahat dan anak-anak diajak jalan-jalan papahnya sebagai ganti tidak jadi berenang. Rupanya udara sore cukup cerah, mereka pun mengajak serta sepupunya.

Rupanya sang papa mengajak mereka keliling sekalian memanaskan mobil yang beberapa hari tertahan di halaman karena ada proyek pembuatan drainase. Sepulangnya mereka hampir magrib, membagi  cerita seru tentang berkendara di jalan raya . Malamnya kami menutup hari dengan menyantap kebab sosis yang kami masak bersama-sama.
Menjelang tidur, saya ajak anak-anak anak review kegiatan hari ini, apa rumah yang menyenangkan dan nyaman sudah mereka dapatkan, Alhamdulillah semua menjawab ya.. InsyaAllah kami bersiap menyambut esok dengan ceria, terimakasih anak-anak untuk hari ini..

#day3
#level9
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#Thinkcreative




Sabtu, 04 November 2017

Regrow dan Muhammad Teladanku

4 November 2017

Rencananya pagi ini anak -anak mau diajak berenang Papa nya, tapi Qadarullah..sejak semalam Zaki demam dan Azzam mengeluh sakit perut paginya. Karena batal rencana awal, otomatis berubah juga rencana hari ini. Zaki yang tampak lemah karena demam hanya meringkuk di tempat tidur, Azzam juga tak terlalu bersemangat karena sesekali sakit perut dan harus ke toilet. Sedangkan Abang hari Sabtu ini kedatangan tamu teman sekelasnya, dan akhirnya larut main bareng.

Oh iya, cerita sedikit tentang beras kemarin yang kehujanan, ART kami, Acil nampak terheran heran dengan beras yang berserakan dan lantai penuh warna di loteng jemuran, hehe..saya pun menjelaskan kejadiannya. Sensory bag rainbow yang akan kami buat buat Zayyan pun gagal.

Sebetulnya saya pengen ngajakin anak-anak membereskan halaman belakang untuk tempat nongkrong 'cari angin' saat udara panas. Beberapa waktu lalu Zaki dan Azzam berniat membuat papan perosotan disitu,menggunakan kayu bekas titian. Karena tak memungkinkan untuk diajak berkegiatan fisik, akhirnya nyari kegiatan yang bisa dilakukan tak terlalu cape. Saat saya sedang menyiapkan bahan-bahan untuk memasak makan siang, terbersit mengajak mereka memilah sayur yang bisa kita tanam sendiri. Karena menu makan siang hari ini adalah sayur sop ayam, maka sayur yang diperlukan hanya kentang wortel, buncis, daun bawang dan seledri. Dari kelima bahan itu manakah yang bisa kita langsung tanam? Saya mencoba merangsang kemampuan mereka menganalisa, Azzam beranggapan bahwa daun bawang lah yang bisa kita tanam, karena dia berakar. Jawaban Azzam benar, tapi tak cuma daun bawang yang bisa kita tanam, semua sayur yang kita gunakan bisa kita tanam sendiri. Akan tetapi kita bisa mengambil jalan pintas membuat cara menanam yang lebih singkat. Proses ini kita namakan re grow..sayur yang sudah kita petik sebetulnya bagian nyaasih bisa kita manfaatkan untuk menyembuhkannya kembali, tanpa harus memulai proses menanam dari awal. Contohnya hari ini, kami mengambil daun bawang dan wortel sebagai percobaan.
Jadi, prosesnya hanya memotong bagian bawah wortel dan daun bawang, kemudian merendamnya di air sebagai media tanam. Kita akan mengamati beberapa hari kedepan apa yang terjadi dengan percobaan kami.


Kegiatan sore hari kami lebih suka berkumpul sambil ngobrol, hari ini cuaca memang dingin dan entah kenapa listrik juga tegangannya naik turun terlalu tertarik screen time, TV dan laptop ngga dihidupkan. Akhirnya saya berinisiatif memulai jadwal bercerita lebih awal.

Kebetulan beberapa waktu lalu sharing dengan seorang teman yang  juga suka membacakan cerita kepada anaknya, buku yang sama yaitu Muhammad Teladanku. Dia mbagi tips agar figur sang Rasul melekat erat di hati anak-anak yaitu dengan cara menceritakan kisah hidupnya. Biasanya kami membaca dari urutan pertama, sampai saat ini di jilid 9. Ternyata ada tips khusus membaca Muhammad teladanku, yaitu memulainya dari buku untuk balita dan kemudian loncat ke jilid 12-13-14.
Saya coba praktekkan. Ternyata benar..anak-anak lebih antusias mendengarkan dan aktif bertanya, karena jilid 1-10 itu sifat nya sejarah, sedangkan  nyali jilid 12 memang menceritakan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu sangat dekat dengan kesan yang akan dibangun untuk anak-anak.

Karena kisahnya sangat penuh hikmah, satu buku tak selesai dalam sekali cerita, banyak yang kita diskusikan dan kita ambil manfaatnya. Terimakasih untuk Nura temanku dan Muhammad Teladanku menjadi penyemangat hari saat jagoan-jagoan ku lemah fisik karena sakitnya.

#day2
#tantangan10hari
#level9
#kuliahBunSayIIp
#Thinkcreative

Jumat, 03 November 2017

Saat gagal di awal

Jum'at,  3 November 2017

Demi menjawab tantangan game level 9, saya mencoba menganalisa masalah apa saja yang sedang kami hadapi di rumah ini, maka masalah tersebut akan menjadi tantangan yang harus ditemukan solusinya. Pada prakteknya saya menemukan banyak hal menarik, salah satunya memetakan pikiran yang berseliweran di kepala.

Semalam saya mencoba memetakan fikiran tentang apa yang bisa kita lakukan bersama dengan bahan dan alat seadanya. Berbarengan dengan bacaan saya tentang merangsang saraf tactile pada balita, akhirnya diputuskan hari pertama mengajak Azzam dan Zayyan membuat Sensory bag. Berisi beras warna warni, yaitu beras yang diwarnai dengan pewarna makanan, ini akan kami gunakan sebagai salah satu pengisi sensory bag untuk Zayyan yang masih belajar mengenali Indra peraba nya.

Plastik zip lock sudah disiapkan, dan beras sudah diwarnai, dan untuk mengeringkannya kami memilih menjemur di loteng tempat jemuran. Saya hanya mengarahkan dan memberi masukan, Azzam membubuhkan pewarna, dan Zayyan mengaduk, tugas menjemur diserahkan pada Azzam.

Sembari menunggu beras mengering..kami sibuk bercengkrama sembari santap siang bersama setelah shalat Jum'at. Tiba-tiba langit menggelap, angin berhembus kencang dan suhu udara turun mendingin. Segera setelah itu turunlah titik hujan dengan intensitas tinggi. Dan bisa ditebak, Azzam lupa tentang beras yang dijemur.
Kami tertawa bersama membayangkan besok lantai jemuran akan penuh warna dan serakan beras. Hikmah yang kita ambil hari ini adalah bahwa tak semua yang kita rencanakan berakhir sempurna, persiapan yang cukup, juga

#Day1
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Kamis, 02 November 2017

Create to be creative


Libur cawu selesai dan jeng jeng..Materi Cawu 3 menanti. Ini adalah perkuliahan seru menurut saya, materi tak sampai bertumpuk buku, diskusi kelas dipandu fasilitator yang humble dan helpful, suasana diskusi materi tak pernah membosankan, apalagi materi awal cawu 3 ini, semua terasa baru.
Mulai dengan para fasilitator baru, materi  disajikan hanya slide per point yang sarat makna dengan judul yang cetarr..' Kreatifitas' . Diskusi materi juga tik tok banget (sayangnya ga bisa maksimal pantengin karena sambil momong toddler ples dua abangnya yg lagi  'turun' ke tanah main alat pertukangan), apalagi pas sesi interaktif nebak gambar dan buat garis, ternyata tak hanya heboh di WAG, masing - masing peserta justru pantang menyerah trial dirumah di bantu pak suami. See..seru kan, ini juga mengikat bonding sama pasangan lho.
Poin penting materi kali ini tentang Kreatifitas akan coba saya rangkum dalam tulisan pendek ini. Ternyata kreatifitas erat kaitannya dengan fungsi otak kanan, dimana otak kanan menekankan pada irama, musik, gambar dan imajinasi yang kesemuanya merangsang aktivitas kreatif. Bagaimana sesuatu dilihat dari sudut pandang berbeda dari kebanyakan, berpikir out of the box, unik, dan tak biasa.
Seperti ketika disuguhi suatu objek, kita akan memandang dari berbagai perspektif, bisa jadi mengakomodir ide-ide sebelumnya, kemudian  mencoba  menggabungkan   beberapa ide dan perspektif untuk  menciptakan  hal yang  baru dari objek tersebut. Nah.. disitulah proses kreatif dimulai.
Terus apa yang menghambat proses kreatif ?, Dari diskusi yang mengalir diketahui bahwa faktor internal jadi penentu seseorang bisa kreatif atau tidak, rendahnya rasa percaya diri, terbatasnya pengetahuan, tak yakin hasil akhir dan motivasi yang rendah. Keseragaman dalam lingkungan yang diakui sebagai keharmonisan seringkali juga mematikan proses kreatif menurut saya. Karena ide unik hasil kreatifitas  terkadang menimbulkan penolakan pada lingkungan yang umum. Itulah kenapa anak anak seringkali jadi role model dalam proses kreatifitas, mereka tak pernah mengenal takut salah atau gagal, berani mencoba, dan pantang menyerah. Sikap itu harus kita jaga.
Jadi, bagaimana menciptakan kreatifitas ?
Bukalah seluas luasnya pengetahuan, orientasikan pada masalah, temukan minat dan keunikan diri sendiri, ambil sebanyak mungkin referensi, kemudian bergabunglah dengan suport grup yang merangsang daya cipta.
Di Institut ibu profesional kita tidak mengenal masalah, yang ada adalah tantangan,  kita diajak mengubah cara pandang suatu masalah menjadi tantangan, kemudian memetakan permasalahan dan fokus pada solusi. Hasil akhirnya bisa saja berupa penemuan hal baru, atau penciptaan sesuatu yang baru. Menarik kan?..dan kita sedang diajak berkreasi melalui game level 9, tantangan 10 hari  ke depan menjadi kreatif.
Lets Have fun and create something😉..

sumber bacaan :
- Kreatifitas, Materi level 9 kuliah Bunsay IIP Kalsel
- Diskusi kelas Bunsay IIP Kalsel, Materi kreativitas , 2 November 2017
- Game level 9, tantangan 10 hari, Kreativitas.
- Menjadi Super Kreatif dengan Metode Pemetaan Pikiran, Joyce Wycof, 2005.

#KelasBundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#Thinkcreative

Selasa, 10 Oktober 2017

Demi Masa

Pagi ini saya diingatkan lagi tentang apa tujuan hidup ini, selintas pikiran tentang betapa berantakannya hidup. Membiarkan semua mengalir apa adannya tak akan membawa sisa apa-apa, dalam ketafakuran, mengurai akar permasalahan, menelisik dimana letak kurangnya, berharap segera bisa dimulai perbaikannya.

waktu tak akan menunggu, masa tak akan berulang, momen juga tak bisa mampir kapan saja. maka segeralah, ciptakanlah, bergeraklah..itu kan gunanya saya hadir disini, membuat perubahan. sekali lagi memandangi satu persatu buah hati, bagaimana dulu terasa begitu tinggi pengharapan lalu menyerah pada keadanyan dan membiarkan seadanya, Sulungku hampir lulus SD, apa yang sudah kupersiapkan untuk bekalnya menempuh jenjang pendidikan lanjutan, Zaki sedang bertumbuh diusia sekolah, demikian pula Azzam yang tahun depan memasuki SD, banyak pekerjaan rumah yang sesuangguhnya saya bingung harus menyelesaikan yang mana dulu.

Apa yang mulai ajeg kita kerjakan di rumah. baiklah..mari kita analisa dan usahakan bergerak terus lebih baik. apa yang harus kita lakukan?
1. Memperbaiki jadwal harian
2. Membuat job deskripsi masing - masing anak
3. Mengoptimalkan waktu bersama
  -Azzam --> Ba'da dzuhur dan bada ashar, ba'da magrib
  - Zaki ----.> Ba'da ashar dan ba'da magrib
  - Ziyad ----> Ba'da magrib dan ba'da isya
4. memilih kegiatan kesukaan
5. membuat fun activity dan saya membuat portofolio
6. menyusun kegiatan esok harinya

Apa yang saya butuhkan adalah support system, utama dan nomor satu adalah SUAMI..
buat kesepakatan NO GADGET WHEN family time, utamanya ba'da magrib, mohon bantuan saat harus menghandle aktivitas baby zayyan

Bismillah, semoga Allah mudahkan kita semua untuk menjadi insan pembelajar menjadi lebih baik
Demi Masa..karena sesuangguhnya kerugianlah bagi kita yang tidak memperbaiki diri hari ini dari kemarin.



Sabtu, 07 Oktober 2017

Karena rejeki itu pasti, maka carilah kemuliaannya

Dalam rumahtangga, rejeki tak hanya dimaknai dengan kecukupan nafkah, tetapi lebih dari itu, karena pernikahan adalah penyempurna agama, maka cakupannya lebih luas sampai tanggungjawab tiap orang yang menjalaninya akan bertanggungjawab atas apa yang dipimpinnya, tak terbatas pada suami, tapi istri juga mengambil peran.

Saat sebuah keluarga sudah dikarunia anak-anak, maka Allah sudah menambah rejeki pada keluarga itu, yang harus dipahami adalah rejeki itu telah Allah atur sedemikian rupa agar cukup sepanjang hidupnya, maka yang harus ditanamkan adalah bahwa sejatinya kita hanya bisa berharap para kemurahan Allah SWT, karena Dia lah sang maha kaya, kita hanya bertugas memantaskan diri menerima karunia nikmat atas rejeki yang sudah dipersiapkan. maka penting menanamkan setiap anggota keluarga untuk paham konsep rejeki, bahwa rejeki tak hanya berupa harta materiil akan tetapi keluasaan waktu, kesehatan yang prima, dan berlimpahnya materi adalah salah satunya.

Karena rejeki itu pasti, maka carilah kemuliaannya. bagaimana kemuliaan itu bisa diraih? yaitu memantaskan diri menjadi pribadi yang bisa dinilai layak mendapat nikmat karunia Allah SWT. jangan sampai kita terjebak pada kelalaian karena terlena nikmat rejeki  (istidraj), salah satu caranya adalah bersyukur atas nikmat rejeki yang kita terima dalam bentuk apapun, karena rejeki berbanding lurus dengan kesyukuran, dimana janji Allah SWT menambah rejeki bagi hambanya yang pandai bersyukur, kemudian mendahulukan kewajiban yang merupakan hak Allah, menyisihkan sebagian harta yang menjadi hak orang lain baru kemudian mengambil hak kita. disanalah letak kemuliaan yang kita cari, kepantasan kita menerima rejeki yang Allah amanahkan, sehingga kita menjadi orang yang bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan.

Mensyukuri rejeki diantaranya adalah keterampilan mengelola keuangan atau cerdas finansial, melatih diri untuk disiplin membelanjakan harta, membuat atmosfer rumah yang hemat pangkal kaya, dan senantiasa bersyukur dengan nikmat sekecil apapun, menjadi pondasi penting keberlangsungan ekonomi keluarga.

#aliranrasa
#level8
#kuliahbunsayiip
#rejekiitupastikemuliaanharusdicari
#cerdasfinansial