Tampilkan postingan dengan label Matrikulasi kordinator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matrikulasi kordinator. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Februari 2018

Andai saya menjadi Sekretaris Kelas Berbagi Kota Banjarmasin


Andaikata saya menjadi sekretaris Kelas Berbagi Kota Banjarmasin

Hal pertama yang terbersit ketika mengenai Kelas Berbagi adalah menyiapkan sumber daya dan program kerja yang akan saya lakukan sebagai sekertaris. Ya..pekerjaan yang terkait dengan administrasi.
Sumber daya yang kami miliki saat ini adalah semakin banyaknya member di tiap kota, khususnya Banjarmasin yang membutuhkan sarana belajar selain perkuliahan online, tetapi juga kegiatan pembelajaran offline.
Selain itu kebutuhan para member untuk selalu bersemangat dalam melayani dan berbagi hal apapun yang bernilai manfaat.
Selain itu memanfaatkan kekayaan alam Kota Banjarmasin yang kaya akan keberagaman pangan menjadi tantangan sekaligus keuntungan bagi kami untuk turut serta mengelola dan memanfaatkan kearifan lokal.
Seandainya saya menjadi salah satu pengurusnya maka struktur organisasi harus jelas kewajiban dan tanggung jawabnya.

A. Koordinator Kelas Berbagi Kota Bertanggungjawab langsung kepada koordinator wilayah tentang penyelenggaraan kegiatan tiap Kelas Berbagi per kota. Koordinator bersama ketua rumah belajar merumuskan program kegiatan dalam satu tahun kepengurusan.
B. Sekretaris Kelas Berbagi
Bertanggungjawab dengan segala bentuk keperluan administratif seperti surat menyurat, data base peserta serta melakukan narasi dan dokumentasi tiap kegiatan, kemudian meneruskannya ke menejer online wilayah untuk dipublikasikan.

Jenis kegiatan Kelas berbagi meliputi kegiatan online dan offline.
1. Kegiatan offline
Bergabung bersama Rumah Belajar yang dipegang oleh seorang PJ per Rumbel.
- Rumbel boga,
Bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi keluarga dan nilai ekonomi bahan pangan di Banjarmasin, misalnya pemanfaatan waluh atau labu yang melimpah, buah cempedak dll.
- Rumbel sew and craft,
Bertujuan meningkatkan keterampilan para member dalam mengelola barang bekas atau meningkatkan nilai ekonomis suatu benda yang dekat dengan rumah tangga.
- Rumbel IT.
Bertujuan melatih para member untuk memanfaatkan teknologi multimedia sebagai sarana belajar dan mengembangkan diri.

Kegiatan lainnya adalah playdate member kota bersama keluarga, kajian muslimah untuk para ibu, dan fotografi untuk pemula.

2. Kegiatan online,
- Workshop online dan kulwap -kulwap bertema parenting dan kerumahtanggaan.
- Pengumpulan donasi untuk hal yang emergency sifatnya
- Safari ke radio-radio mengenalkan Ibu Profesional di Banjarmasin

Demikian rancangan program kegiatan dalam satu periode kepengurusan, andai saya menjadi sekretaris Kelas Berbagi Kota Banjarmasin.

#NHW11
#matrikulasikordinator
#manageyourteam
#iip

Jumat, 26 Januari 2018

Sekretaris Rumah Belajar Kota

Secara geografis, Kalsel mempunyai cakupan wilayah yang luas, sejak berdirinya  Ibu profesional wilayah Kalsel, saya melihat antusiasme yang besar di kalangan masyarakat maupun member dengan berbagai kegiatan IP Kalsel, namun karena masih terbatasnya personil dan wilayah yang luas, penyelenggaraan kegiatan masih belum berjalan optimal, adanya rumah belajar di tiap kota, meski masih dalam tataran program, teman-teman komunitas menyambut baik pembentukan rumah belajar tiap kota.dharapkan akan semakin mengukuhkan peran IP Kalsel di tiap keluarga menuju peradaban. Selain.mengakomodir kebutuhan member untuk belajar, tapi juga berupaya memberikan kebermanfaatan lebih bagi sekitar, dengan value berbagi dan melayani.

Tantangan terbesar adalah cakupan wilayah Kalsel yang luas, member tersebar diberbagai kota. Untuk menampung ide dan saran member, diperlukan koordinasi yang tepat, untuk itu saya bersama tim rumah belajar, membagi rumah belajar di tiap kota besar saja. Saat ini Banjarmasin, Banjarbaru dan tanjung menjadi dua fokus pengembangan Rumah Belajar.
Tantangan kedua adalah bidang-bidang yang kami fokuskan.  Ada banyak usulan, seperti bidang Tata boga (cooking and baking), Crafting, Fotografi, dan menulis.
Hal berikutnya adalah acuan kami berdasar pada code of conduct, dimana peserta Rumah Belajar adalah para member, karena bertujuan meningkatkan kualitas diri dan kebermanfaatan. Sedangkan mentor menjadi salah satu masalah karena harus yang betul -betul ahli di bidangnya, sedangkan diantara member belum ada yang memenuhi kualitas tersebut.

Merunut ke belakang, kualitas seperti apa yang saya punya tentu hanya bisa dinilai orang lain yang melihat dan bergaul dengan saya, namun ada satu hal dalam diri, yang membuat diri ini percaya, bahwa saya adalah orang yang tertib administrasi, suka mempunyai gagasan-gagasan, suka mensuport orang lain, tentu kepercayaan diri ini dikuatkan oleh hasil assessment talent mapping. Bagi saya, ini cukup menjadi modal saya untuk bertugas di Rumah Belajar Kota kedepannya.

Seorang ibu, tak hanya berperan dalam pengasuhan dan pendidikan saja, tetapi juga berhak untuk menggali dan menemukan passion dirinya, yang dengan passion tersebut bisa meningkatkan kualitas diri dan keluarganya serta turut menyumbang kebermanfaatan pada sekitar. Rumah belajar adalah tempat yang tepatnya bagi para ibu untuk menemukan informasi, menggali potensi dan mengupgrade kualitas diri. Untuk itu, IP Kalsel membuat sarana bagi para ibu untuk bergabung di rumah belajar sesuai dengan minat dan bakatnya.
Rumah belajar akan menampung segala saran dan pendapat terkait dengan program yang akan dilakukan.
Iya.

Sementara ini, rumah Belajar di Kalsel di bagi per kota, yaitu Rumah Belajar kota Banjarmasin,  Banjarbaru dan Tanjung. Saya membidik hal-hal yang terdekat dengan kehidupan sehari-hari. Untuk itu Rumah Belajar kami fokuskan. Ke Tata Boga dan Kerajinan tangan ( crafting).
Rumah belajar Tata Boga mempunyai fokus pada penyediaan pangan keluarga (nutrisi) yang sehat dan cepat. Dalam hal ini dimaksudkan agar waktu ibu tidak habis berada di dapur untuk menyediakan kebutuhan pangan, sehingga ibu punya waktu lebih untuk menggali potensi lain pada dirinya, atau berperan aktif dalam pendidikan di rumah untuk anak-anak (home education).
Sedangkan rumah belajar ( Crafting) adalah sarana untuk mengakomodasi minat dan kesukaan yang terkait dengan bidang kreatif, tujuannya adalah menciptakan keluarga kreatif inovatif dengan bahan dan kelengkapan yang dekat dengan keseharian keluarga. Misalnya memanfaatkan barang bekas, mengalihfungsikan suatu benda dan lain-lain.

#sesi10
#NHW10
#membangunkomunitasmembangunperadaban
#matrikulasikordi