Tampilkan postingan dengan label Tahap telur-telur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahap telur-telur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Januari 2020

Aliran Rasa Kelas Telur

Finally, Tahap Telur-telur dalam 4 pekan ini terlewati, bagaimana rasanya ? Hmm..beragam sih, mulai dari 'gabut' ngga ada ide, sampai kejar-kejaran waktu dengan deadline, karena menjalani kelas serius ini berbarengan dengan jadwal liburan keluarga, jadi bisa dibayangkan bagaimana rempongnya.

Alhamdulillah, kelas selesai dengan dukungan suami dan anak-anak, memberikan waktu khusus mamanya untuk konsen sejenak di tugas pekanan bunda cekatan, yes..disitulah saya menemukan dimana bahagia saya, sampai tertulis di semua telur, menyusunnya dalan sebuah road map, yang insyaAllah akan dilanjutkan di kelas telur. bismillah


#bundacekatan
#buncekbatch1
#aliranrasakelastelur
#institutibuprofesional

Minggu, 12 Januari 2020

Memetakan rencana dan harapan

Ini adalah pekan keempat di kelas telur Bunda cekatan. Setelah mendengar dongeng Pak Dodik, kita diajak untuk membuat peta rencana berdasarkan telur oren di pekan ketiga.

Yang tergambar dalam pikiran saya saat memetakan rencana dan harapan dalam bentuk petunjuk - petunjuk singkat dan jelas itu mempermudah kita mengukur keberhasilannya, semoga demikian.

Pada saat yang sama, saat kita menentukan topik-topik utama, muncul banyak gagasan, ini  bisa membuat kita lebih kreatif 98 peta pikiran.

Saya pun menuliskan apa yang saya butuhkan, secara umum saya harus konsisten terhadap rencana yang sudah saya rancang.

#Bundacekatan1
#buncekbatch1
#kelastelur
#mingguke4

Minggu, 05 Januari 2020

Telur Orange : Bekal Ilmu

Pekanan ini, kembali diajak Bu Septi melihat mana kebutuhan yang paling utama dalam menentukan tujuan awal kita memilih bahagia, mungkin lebih tepatnya adalah alasan terkuat mengapa kita memilih telur merah kemarin.

Untuk menjadi bahagia, kita perlu komitmen yang kuat, alasan yang paling dasar dan utama, setelah mendapatkan 'strong will' langkah selanjutnya adalah kita belajar mencari sumber pembelajaran, kemudian menentukan apa saja yang perlu dilakukan, apa bekal keilmuan kita mencukupi atau justru kita harus mencari lebih dalam. Maka yang terakhir adalah memberikan waktu khusus untuk merefleksi apa-apa saja yang sudah di jalani, apakah terjadi perubahan atau tetap jalan di tempat. Kita lah yang bisa jujur menjawab kenyataannya bagaimana.

Berikut adalah uraian dari empat kuadran pendukung yang melengkapi keilmuan apa yang harus saya sungguh-sungguh pelajari

Strong will 

Kebahagian pribadi dan orang orang disekeliling, terutama pasangan dan anak-anak, kesehatan psikologis dan keberlangsungan hubungan yang harmonis dan saling melengkapi

Ilmu yang saya perlukan

* Ilmu Manajemen waktu untuk kegiatan pribadi dan keluarga
* Ilmu boga, gizi dan pengolahan bahan pangan sehat
* Ilmu pengaturan kalori makanan
* Ilmu komunikasi produktif dalam pernikahan
* Ilmu bahasa cinta dan
 menejemen konflik

Sumber ilmu yang di perlukan

*Dari buku, komunitas atau grup boga, internet,
* kulwap yang sesuai tema, referensi dari pakar komunikasi keluarga
* internet, buku dan tulisan para tokoh, pengalaman orang lain
* blogger

Cara belajar yang 'gue banget'

Amati, pahami dan langsung praktek
Membuat term waktu pencapaian minimal 10 hari
Buat refleksi dan evaluasi
Buat ajeg menjadi kebiasaan

Dari pertimbangan diatas, saya memilih fokus pada empat telur oranye ini sebagai bekal ilmu yang ingin saya pelajari dengan  cara-cara diatas.

Semoga bisa konsisten dan menghasilkan  output yang diharapkan

#bundacekatan1
#buncekbatch1
#kelastelur
#mingguketiga
#telurorange

Selasa, 24 Desember 2019

Jurnal minggu ke-2 : Menentukan skala prioritas

Setelah satu pekan kemarin saya diajak untuk menyeleksi aktivitas keseharian yang membuat kita bahagia, pekan kedua di kelas telur saya diajak menentukan skala prioritas melalui telur merah.

Dibagi dalam 4 kuadran aktifitas penting dan mendesak, tidak penting tetapi mendesak, tidak mendesak tetapi penting, dan tidak penting dan tidak mendesak


Setelah membuat list panjang aktivitas harian yang membuat bahagia, saya memilih beberapa hal yang penting dan mendesak, yaitu

1. Aktivitas harian saya di dapur terkait dengan masak dan panganan (Dunia Boga)
2. Kebersamaan dan komunikasi yang menyenangkan bersama pasangan dan anak-anak
3. Aktivitas merawat diri




latar belakang yang membuat saya hanya mengambil tiga hal diatas adalah saat ini yang terpenting menguatkan diri saya dari dalam, menjaga kesehatan jiwa dengan aktivitas yang menenangkan, menyenangkan dan membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga. dengan tiga hal tersebut diharapkan dapat menjadi pondasi untuk jalan bahagia selanjutnya,

Aktivitas didapur tidak hanya dimaknai secara riil, tetapi bermakna lebih luas, saya berharap dengan banyak bekecimpung di dapur saya mempunyai satu kesempatan tak hanya mengolah resep, mengumpulkan dan mengimplementasiakan dalam berbagai  hidangan  dan sajian keluarga tetapi juga dalam bentuk lain yang memberikan kebermanfaatan bagi sekitar.

Maka saya membutuhkan keterampilan  memasak dan tata boga untuk mendukung nya, ini bisa didapat dari ikut bergabung dalam komunitas-komunitas boga, online maupun offline, terlibat aktif dalam rumah belajar IP, dan membuat catatan kumpulan resep favorit keluarga, dan membuat potofolio perkembangan keterampilan.

Berikutnya adalah kembali mempelajari materi Komunikasi produktif di kelas Bunda sayang. Apa yanng saya rasakan saat ini adalah seringnya terjadi misscomunication atau macetnya komunikasi antara saya dan pasangan, yang seringkali menimbulkan gesekan-gesekan dalam keseharian, cara pandang yang berbeda, karakter maupun pembawaan ingin kembali saya urai untuk memulai komunikasi yang lebih sehat terutama dengan pasangan.

Salah satu upaya yang saya lakukan adalah mempelajari kembali pelajaran komunikasi produktif, berlatih dengan bahasa sederhana dan mengaplikasikannya dalam keseharian.

Keterampilan merawat diri
menjadi penting dan mendesak karena terkait dengan kesehatan jasmani, dimana seorang ibu dituntut selalu fit dan segar dalam menjalankan kewajibannya, demikian pula dengan peran sorang istri yang berkewajiban menjaga pandangan suaminya, maka saya perlu mmbekali diri dengan pengetahuan dasar perawatan diri atau home treatment.

Demikian 3 keterampilan yang saat ini penting dan mendesak, semoga bisa terlaksana sesuai rencana, jika kebahagiaan bisa diraih dengan hal-hal yang sederhana, maka mulailah dari memperbaiki mindset
bahagia itu kita yang menciptakan, bukan taanggung jawa orang lain, meski itu adalah orang yang kita cintai sekalipun.

Banjar, jelang natal 2019

#BundaCekatan1
#Buncekbatch1
#kelastelurtelur
#jurnalminggu2
#telurmerah


Minggu, 15 Desember 2019

Jurnal pertama : Temukan telur hijau !

Kesan pertama mengikuti perkuliahan Bunda cekatan adalah rasa penasaran bagaimana kelas berlangsung. Kali inikembali kami diperkenalkan pada sistem belajar baru melali platform Facebook group.

Tidak seperti kelas bunda sayang sebelumnya yang berlangsung hingga setahun, Bunda cekatan diselenggarakan hanya dalam waktu satu semester, kami diajak bermetamorfosis melalui empat tahapan pembelajaran yaitu telut, ulat kepompong dan kupu-kupu. masing masing kelas punya filosifis tersendiri.

Empat pekan ini saya berada di fase telur, itu berarti sedang masa persiapan. Materi pekan ini disugihi langsung oleh Ibu Septi peni Wulandari, kami diajak belajar dengan cara yang menyenangkan. mengenali kekuatan dan potensi pribadi dan mengelolanya dengan bahagia.

Bahagia  bagi  seorang ibu itu penting, berkaitan dengan terjaganya kondisi rumah tangga yang sehat dan menyenangkan dalam rumah tangga. memetakan kebahagiaan salah satunya dengan memilih aktivitas yang kita sukai dan kita bisa, pekan ini saya membuat 4 kuadran suka dan bisa yang berpatokan pada aktivitas  keseharian.
Berikut adalah sebagian kegiatan yang saya identifikasi

saya memilih aktivitas yang benar-benar membuat saya bahagia, salah satunya adalah baking & cooking, bagi saya aktivitas ini membuat saya fokus dan hasilnya menyenangkan, bisa menjamu keluarga, menyajikan sesuatu yang bermanfaat dan berkesan tak hanya untuk keluarga, tetapi juga orang lain.
Selain itu, crafting dan sewing juga jadi pengisi waktu luang sekaligus cara saya menghadapi kepenatan, demikian juga membaca dan bercerita yang keduanya tidak bisa dipisahkan, karena untuk bercerita secara otomatis butuh bahan bacaan

Beberapa aktivitas yang saya pilih karena suka, namun kini tak bisa atau belum bisa saya lakukan, salah satu diantaranya adalah traveling atau jalan-jalan, meski saya suka namun kini belum bisa saya lakukan karena aktivitas harian dan keluarga yang padat, anak-anak yang masih kecil dan faktor biaya yang belum mendukung.

Bersolek atau merias diri juga mnjadi hal yang saya suka belakangan ini, karena bagi saya hal ini penting untuk menjaga dan merawat diri pribadi dan juga menjaga pandangan pasangan kita.

menyenangkan pasangan menjadi prioritas yang saya suka namun terkadang belum bisa saya lakukan dengan optimal, komunikasi produktif antara kami masih menemui kendala, kesalahfahaman kadang sering terjadi dalam obrolan yang ringan sekalipun. perbedaan cara pandang atau kebiasaan juga terkadang menjadi hal yang menyebalkan karena masing-masing masih berharap pasangan akan seperti yang kita inginkan, padahal kita menyadari kita dibesarkan dengan carayang tidak sama, dan hal yang penting adalah saling memberikan penghormatan dan menurunkan standar untuk pasangan.


Saat ini saya akan mencoba fokus pada 5 hal diatas, jika diibaratkan telur, maka saya punya lima telur yang harus saya erami, bagaimana cara nya agar saya bisa mengelola semuanya menjadi sumber kebahagiaan.
lalu, bagaimana upaya yang bisa dilalakukan untuk menciptakan kebahagian kecil melalui 5 hal tersebut ;
1. Baking dan cooking

mengasah jam terbang, dengan menyusun menu keluarga, memanfaatkan bahan pangan di sekitar, menyusun menu praktis

2. Membaca buku, terkadang membutuhkan waktu khusus, akan tetapi bisa disiasati memanfaatkan watu luang disela-sela mengantar anak tidur, sekaligus membuat resume dan tulisan ringan dengan topik keseharian

3. Sew and crafting, memanfaatkan waktu beres-beres di rumah untuk menyortir barang-barang yang bisa dimanfaatkan ulang

4. Menulis bebas, sebagai implementasi dari hobi membaca, membuat resensi buku, menuliskanjurnal harian, memanfaatkan blog dan sosial media

5. Bercerita atau bertutur, memanfaatkan moment bercerita bersama anak-anak

InsyaAllah berniat menyelesaikan to do list harian yang disesuaikandega lima hal tersebut, semoga telur-tlur ini mendapat kesempatan untuk diekplore leih lanjut di tahapan berikutnya.

medio Desember 2019
di dinginnya udara sejuk Cinunuk,  Bandung

#bundacekatan
#jurnal1
#Telurimpian